Seven-year Itch.

relationship marriage

The seven-year itch
adalah istilah psikologis yang menunjukkan bahwa kebahagiaan dalam suatu hubungan menurun setelah sekitar tahun ketujuh perkawinan (source: wikipedia)

Kaget banget waktu baca berita soal pasangan selebriti ideal sejagat Indonesia mendadak memutuskan bercerai.
Pertanyaan pertama yang muncul adalah... KENAPA??
Mereka termasuk pasangan selebriti yang gak banyak diterpa gosip, bukan pasangan yang cari sensasi dengan drama-drama settingan juga...
Good looking and successful couple with an adorable girl! What can go wrong?

Well, everything about marriage can go wrong anytime...

Kok gitu?
Karena kamu dan pasangan adalah dua orang yang berbeda, dan kalian akan selalu menjadi dua orang yang berbeda. That's for a start...

Di awal pernikahan, kebanyakan orang fokus pada pasangannya, berusaha keras untuk menyenangkan pasangan dan masing-masing menunjukkan sisi terbaiknya. Kalau pun merasa ada kekurangan biasanya kita tutup sebelah mata.

Setelah efek bulan madu selesai, reality bites... 
24/7 hidup bareng... mulai deh ketahuan semua belangnya, gak ada yang bisa ditutupin. Belum lagi harus menghadapi masalah-masalah rumah tangga seperti bayar tagihan, jenuh dengan rutinitas sehari-hari, urusan anak, pasangan yang cemburuan, istri gak pintar masak, suami gak mau bantu urusan rumah... yang akhirnya bikin pasangan jadi sering bertengkar.

Kebiasaan-kebiasaan sepele pun jadi masalah. Suami lupa gantung handuk aja bisa bikin berantem dan gak mau saling ngomong seharian.
Komunikasi mulai berkurang, masing-masing sibuk dengan dunia dan ego nya sendiri, merasa tidak dimengerti, bertengkar untuk menang bukan untuk mencari solusi, mulai membanding-bandingkan pasangan dengan orang lain, one problem leads to another... 

BACA JUGA:  Awal Runtuhnya Kesetiaan.

Kalau sudah sampai di titik ini apakah cerai adalah solusi? Apa kondisi ini bisa diperbaiki?
Tentu saja bisa, consider it as a wake-up call to improve your relationship.

Marriage don't run on cruise control.
Marriage can get dull and it takes hard work and effort to bring the sparks back. 
Apa sih yang membuat kita jatuh cinta sama pasangan kita? Apa komitmen awal kita waktu menikah?
Jatuh cinta adalah awal dari hubungan yang membawa kita ke pernikahan, tapi setelah itu membangun dan mendewasakan cinta yang harus dilakukan untuk menjaga komitmen pernikahan.

Change the way you think about love. 
Lihat cinta sebagai kata kerja bukan kata benda. Dinamis dan terus menerus berubah.
Seperti air yang mengalir di sungai yang panjang dan berliku...  kadang mengalir tenang, kadang menabrak bebatuan... Tapi itu bagian dari petualangan.
Hindari rutinitas, coba hal-hal baru bersama, luangkan waktu untuk berdua saja tanpa gangguan anak-anak, perbaiki cara komunikasi, hargai pasangan sebagai individu termasuk kebutuhannya untuk "me time"dan bersosialisasi dengan teman-temannya.
Terus berusaha untuk bekerja sama mencari jalan keluar untuk setiap masalah.
Ketika masing-masing merasa didukung, dimengerti dan dan dihargai, masalah akan terselesaikan dengan baik.

And suddenly you realise... hey, the itch is gone! 

"Love is a growing up" 

Image by Pexels.com
Share:

No comments:

Post a Comment