6 Tipe Peminum Kopi

Woman drink from coffee mug

Kopi adalah salah satu minuman paling populer di dunia. Kopi merupakan minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia setelah air putih. Namun kopi bukan hanya sekedar minuman, kopi sudah menjadi budaya dan bagian dari gaya hidup sehari-hari.

Pecinta kopi biasanya memiliki pilihan kopi favoritnya. Dari pilihan jenis biji kopi, tingkat pemanggangan kopi, diminum dengan susu atau gula hingga dari mana asal biji kopi. Selain itu peminum kopi juga terbagi menjadi beberapa tipe. Ada 6 tipe peminum kopi yang menarik untuk dibahas. 

BACA JUGA : 4 Jenis Kopi Paling Terkenal di Dunia 

1. Pecandu Kafein

Pecandu kafein membutuhkan efek dari kafein yaitu menghilangkan kantuk dan memberi boost untuk memulai hari mereka. Mereka tidak peduli dengan rasa kopi selama kopi yang diminumnya berkafein tinggi. Tanpa kafein di pagi hari mereka tidak bisa berfungsi dengan baik.

Woman holding a mug
Bruno Cervera from Pexels.com

2. Peminum Kopi Instan

Tipe ini tidak terlalu memperhatikan variasi kopi atau proses pembuatan kopi. Peminum kopi instant tidak suka menunggu untuk secangkir kopi. Bagi mereka yang penting kopi terasa enak, mudah disajikan dan harganya bersahabat. 

3. Frappucino Fanatik

Mereka gemar nongkrong di kedai kopi dan memesan minuman dengan sedikit kadar kopi. Ice blended coffee atau milkshake adalah favorit mereka, sambil menikmati suasana kedai kopi.

BACA JUGA : Asal Kopi Indonesia

4. Peminum Kopi 'Fancy'

Bagi mereka, kopi bukanlah kopi jika tanpa banyak susu, busa dan bubuk coklat. Tipe ini menikmati minum latte, cappuccino, mochaccinos, dan macchiatos. Jika seseorang memesan di counter dan mengucapkan macchiato dengan benar, dapat dipastikan orang itu adalah peminum kopi  fancy. Dan mereka tahu benar perbedaan masing-masing jenis minuman kopi fancy itu.

Latte in yellow mug
Maksim Goncharenok from Pexels.com

5. The Social Drinker

Peminum tipe ini kurang mengenal seluk beluk kopi karena untuk mereka kopi hanya alasan untuk nongkrong dan bersosialisasi dengan teman dan kolega. Biasanya mereka memesan kopi yang terlihat cantik terlepas dari rasanya enak atau tidak, saat pesanan datang mereka wajib mengambil foto yang bagus untuk dibagikan di halaman media sosial mereka. The social drinker sering terlihat di kedai kopi mencoba menemukan pencahayaan yang sempurna untuk membuat foto terlihat bagus. Dan sering kali mereka akhirnya tidak menghabiskan minuman kopinya.

6. Sang Penikmat Kopi

Yang satu ini pasti pecinta kopi. Penikmat kopi tahu persis jenis kopi yang mereka minum dan alasan meminumnya. Mereke lebih memilih mengunjungi kedai kopi lokal daripada kedai kopi franchise. Dan mereka tahu di mana menemukan kopi berkualitas karena mereka hanya minum kopi yang terbaik.

Penikmat kopi hitam
Elle Hughes from Pexels.com

Setelah tahu 6 tipe peminum kopi, kira-kira kamu tipe yang mana?

Main image from Pixabay

38 comments

  1. Wahahahahahaha menarik banget nih buat diulas. Saya yang point 1 dan 2 kali yaa. Kopi instant karena gampang ditemukan. Tak bisa kerja dengan fresh karena memang candu ama kafein. Perlu di boost sama kopi.

    Udah terbiasa sejak mahasiswi soalnya mba hwahahaha apalagi pekerjaanku ada shift malamnya. Kopi instant karena gampang didapat dan memang ada kafeinnya juga, overall saya tetap open ke kopi kekinian juga kok karena candu kafeinnya, yang jelas bukan karena social drinker hihihihihi.

    Salam kenal ya mbaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga mbak Dewi,
      kopi instan memang paling gampang ya, tinggal tuang air panas langsung jadi hahhaha.
      Tapi serem sama gulanya sih. Jadi saya minum kopi instan sekali-kali aja kl sedang ingin minum kopi manis.
      Bener nih, saya kl sarapan gak sambil ngopi rasanya kayak ngantuk trs... kafein menendang banget ya hahahha

      Hapus
  2. Aku tuh lebih ke kopi instan 😂. Tapiiii masuk juga ke social drinker mba. Bedanya, aku selalu ngabisin minumanku 😄. Kecuali rasanya bener2 parah sampe ga ketelen hahahha. It pernah kejadian di Istanbul. Mesen kopi khas Turki, disajikan dlm gelas keciiiil banget, hitam kecoklatan warna kopinya. Pas diminum, kagak ketelan, saking pahitnyaaa wkwkwkwkwkwk.

    Intinya sih, aku suka kopi yg agak manis. JD kalo udh pait banget, byee aja 🤣🤣..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kopi Turki kelas berat tuh mbak. Kl gak biasa minum model espresso gitu, bisa melayang2 lho hahhahah
      Kopi gula aren lebih sehat daripada kopi instan mbak, kl yg sachet kadar gulanya banyak banget.CMIIW...

      Hapus
  3. Waaah kok nggak pernah kepikiran bahas ini juga yak di blog 😆 Kayaknya kalo aku antara nomor 1 dan 6 deh, saking sukanya sama kopi aku sampe punya sugesti sendiri kalau kepala berasa ringan di tengah hari, pasti karena lupa ngopi di paginya, begitu ngopi beneran sakit kepalanya hilang 😂 Tapi aku nggak asal minum kopi, soalnya kalau tau kadar kafein dan asamnya lumayan tinggi, aku nggak akan minum. Kurang bersahabat sama lambung, huhu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi... Padahal aku sering ngintip blogmu utk cari ide lho Jane. Seru banget cerita2mu.

      Aku minum kopi hitam, karena kalau campur susu biasanya bikin kembung. Tapi sering craving cappuccino juga sih, kl lagi pengen biasanya aku isi perut dulu sebelum minum supaya lebih aman.

      Hapus
  4. Gue pernah di posisi nggak bisa minum kopi kalo nggak bikin sendiri. Kayaknya semenjak panick attack gara-gara covid-19 juga deh. Sampe akhirnya beli pembuat kopi sendiri di Toko ACE Hardware buat di rumah. Itu pun gue belanjanya online. Tapi sekarang udah agak netral lagi sih. Semoga emang udah berlalu pandeminya lah yaa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin. Sudah mulai membaik nih.
      Sekarang udah tambah jago dong racik kopinya?
      Biasa minum kopi apa, mas?

      Hapus
  5. Saya peminum kopi sesuai kebiasaan di kampung saya. Ibu saya lebih suka beli biji kopi sendiri, yang terbaik sesuai budget, disangrai sendiri lalu digiling. Saya sering dikasih tugas menyangrai, pakai kuali tanah, tungkunya kecil bahan bakarnya arang.

    Kadang saya seduh pakai air termos atau air mendidih, gulanya sedikit aja, kasih garam sepercik. Saya suka kopi yang pahitnya kerasa.

    Kadang saya masak sesuai kebiasaan di kampung saya, dibikin kopi kothok. Kopi, air, gula dimasak bersama-sama. Saya suka yang original tapi variannya ada yang ditambahi perasan jeruk nipis, santan, arang membara, atau jahe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah cara sangrainya tradisional sekali tuh mas. Pasti rasanya beda dengan yg dipanggang dengan roaster.

      Alm. papa saya juga sering buat kopi kothok. Tapi saya lebih suka kopi hitam tanpa gula. After taste kopi hitam tuh enak banget...

      Hapus
    2. Iya beda mbak dengan roaster. Yang jelas rasanya gak konsisten karena panas apinya dan tingkat kematangannya gak konsisten. Kalau lagi malas ya suka-suka aja ngaduk kopinya. Kalau gosong pasti diomelin.

      Saya kalau kopi hitam gulanya dikit banget, hampir gak kerasa, kata saudara saya rasanya kaya jamu. Bener mbak after taste nya enak, kalau yang pakai krim/susu atau yang terlalu manis after taste nya eneg.

      Hapus
  6. Frappucino fanatik hadiiir.. hehehe Kebetulan memang saya tak terlalu kuat minum kopi, sehingga minuman campuran atau racikan dengan kadar kopi yang sedikit sangat pas untuk saya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kadang2 saya juga minum frappucino trs minta tambah whipped cream yang banyak... (bye diet hahahahha)

      Hapus
  7. Akhir akhir ini aku suka ambil kopi bubuk hitam secendok kemudian ambil gula secendok, kemudian di aduk² kemudian lansung dinikmati.. Itu namanya nguntut kopi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baru denger soal nguntut kopi... Cara bikin kopi dari tradisi mana nih kak?

      Hapus
  8. lebih ke yang no 6 sih kak, Sang Penikmat Kopi. Apalagi kalau di pontianak itu warung kopi Asiang yang terkenal sekali.

    BalasHapus
  9. Wah sangat insiatif kalau saya suka kopi hitam, yang termasuk kopi lokal,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama dong... Sayasuka kopi sumatra diminum tanpa gula dan krim.

      Hapus
  10. Waah nice info! Saya selalu buat kopi susu tiap pagi untuk nemani kerja. Karena dengan begitu saya bisa fokus :D

    BalasHapus
  11. Wah masuk kategori 36 ini kak alias 3 dan 6, Hahaha.. Paling g kuat kalau ada cappucino sama latte dan setiap pesen perginya ke kedai di depan perumahan. 🫣

    BalasHapus
  12. Tipe 1, ini termasuk saya kayanya, tapi untuk rasa kopi saya gak mau yang sembarangan asal kopi, kalo gak enak gak mau juga..hehe.
    Tipe 2, kadang-kadang sih kalo kepepet butuh kafein cepat, tapi cuma bisa merek tertentu. beberapa kopi instan malah terasa terlalu nyegrak dan bikin pusing..
    Tipe 3, itu mah keinginan yang sulit diwujudkan, karena butuh budget dan waktu luang. many times in the past, I used to do it almost weekly, when I was living in Serpong..
    Tipe 4, definitely not me!
    Tipe 5, gak banget, bukan gue banget daahh..
    Tipe 6, I wanna be a kind of this type.. tapi sepertinya sulit..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju sama no. 2, ada beberapa brand kopi yang sepertinya lebih banyak campuran daripada kopinya... rasanya aneh dan memang bikin pusing. Too artificial.

      Hapus
  13. Wah ternyata ada ya kak tipe2 peminum kopi ini. Kalau saya sepertinya nomor 2 dan 4. Suka kadang-kadang minum tapi ga mau yang terlalu kuat kafeinnya karena perut langsung kembung. Susah mencari-cari merk yang ramah di lambung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa coba yang decaf kak, kadar kafeinnya lebih rendah.

      Hapus
  14. Aku suka banget minum kopi, kadang ke cafe buat menikmati kopi sekalian nongki atau bikin kopi instan di rumah, sehari kalo ga ngopi rasanya kurang

    BalasHapus
  15. Saya peminum kopi instan tapi karena memang tidak suka kopi yang ada ampasnya. Meski demikian, sampai sekarang saya suka rasa dan aroma Kopi Cap Kupu-kupu. Earthy dan mengingatkan akan masa kecil.

    BalasHapus
  16. Kayanya aku uda langsung catch up deh.. mana yang diriku ketika dihadapkan dengan pilihan tipe peminum kopi yang mana.
    Aku adalah The Social Drinker, hehhee..
    Minum kopi mah..apa aja deh, yang paling utama bisa kumpul bareng temen. Kalaupun sendiri, aku bisa kerja di pojokan cafe dengan aman dan nyaman.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Minum kopi buat seru-seruan yang penting nongki... hehehe

      Hapus
  17. setelah membaca sampai akhir saya bingung masuk tipe yang mana wwkwk kayaknya lebih condong ke the social drinker. artikel yang menarik mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwwkwk... Terima kasih sudah membaca ya...

      Hapus
  18. wahh aku tipe frappucino fanatik nih sepertinya hahaha. terkadang juga suka pengen minum macchiato, dan minuman latte nya tapi belum sampai tahap dapat membedakan satu rasa dengan yang lainnya.

    BalasHapus
  19. Wahh keren nih artikelnya. Jadi semakin tau nih tipe" peminum kopi. Saya kayanya tipe peminum kopi instan, yang penting ada aja. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... hati2 kandungan gula di kopi instan lumayan banyak lho.

      Hapus
  20. Wah saya ga termasuk tipe manapun ni. Soalnya klo minum kop kaya minum air putih, apalagi klo kopinya enak rasa gatel klo ga sruput sampe habis.. wkwkwk

    BalasHapus